Pemikiran tak bertuan

                Manusia adalah makhluk yang diberikan anugerah dalam berpikir. Namun anugerah itu dapat menjadi petaka bila tidak digunakan dengan benar dan tidak pada tempatnya. Keberagaman pemikiran yang ada dan adaptasi pada pemikiran-pemikiran yang lain adalah salah satu bentuk keajaiban dalam pemikiran manusia.

Pemikiran seseorang dengan seseorang lain dapat berupa konstruktif atau bahkan desktruktif. Jenis hubungan ini tidak dapat dikategorikan bila hanya dipandang dari segi positif dan positif. Karena kedua hubungan tersebut bersifat relatif. Bersifat relatif karena tidak ada parameter yang tepat ketika menilai suatu kondisi baik atau buruk.

Pernahkah kita berpikir tentang apa yang seseorang rasakan tentang suatu permasalahan yang dihadapinya. Atau dengan bahasa lain apa perasaan orang yang di berikan suatu input pada pemikiran nya, apakah ia akan menilai pada hal yang sama dengan kita ataukah pengertian kita pada suatu permasalahan itu sama. Terkadang saya ingin memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang suatu bentuk lalu diungkapkan dengan kata-kata tentang bentuk yang dilihatnya. Salah satu contoh, apakah pengertian dari bulat itu? Sangat mungkin ketika salah satu dari kita berpikir lain tentang persepsi bulat tersebut.

Ataukah kita hanya terjebak jebakan-jebakan persepsi yang dibentuk dari pengalaman pada otak kita. Ataukah kita hanya terjebak ketika membahas masalah-masalah persepsi tersebut. Apakah sama pengertian saya ketika saya mendeskripsikan tentang suatu bentuk dan dihadapkan pada persepsi orang lain.

Usaha-usaha untuk melihat dari berbagai sudut pandang menyebabkan kedewasaan pada diri seseorang. Konflik pada diri itulah yang sangat memungkinkan pembentukan-pembentukan karakter pribadi. Namun untuk mendapatkan konflik-konflik pribadi tersebut sangatlah tidak mungkin bila tanpa interaksi dengan dunia luar. Bahkan seorang pertapa pun ketika mencoba menyelesaikan permasalahan dunia dengan pertapaannya, terlebih dahulu meilhat dunia luar. Lalu mencoba melatih konflik dengan simulasi image dengan berbagai macam penyelesaian. Disinilah terjadi pendewasaan karena secara tidak langsung dirinya telah dihadapkan pada berbagai ketidakmungkinan yang sering dimengerti dengan konflik pribadi.

Inilah sebagian dari pemikiran acak tak bertuan dalam hati saya. Tak bertuan karena sudah tidak dapat diketahui lagi siapakah orang yang telah membuat saya berpikir seperti ini. Atau mungkin ada, dan bahkan sangat banyak sehingga saya menyimpulkan demikian karena tak satupun dari mereka yang mengaku memiliki pemikiran ini

~ by mode4on on January 24, 2008.

Leave a Reply