Betapa hati ini menahan perih karena luka lama itu terbuka lagi. Betapa banyak calon-calon pemimpin atau bahkan salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin revolusioner perubahan bangsa ini. Hanya karena tak mampu memenuhi kewajiban membayar uang sekolah atau kuliahnya. Tak sanggupkah seorang mampu dari kita untuk membantu nya dalam rangka membangun bangsa ini.
Jangan pernah berpikir bahwa langkah kecil seorang anak tak bisa merubah sekitarnya bahkan dunia. Dunia telah menjadi saksi akan perubahan-perubahan itu. Tak pernahkah kita berpikir bahwa segala upaya bahkan yang sangat kecil akan termasuk menjadi rantai perubahan kebaikan. Dalam koordinasi aksi terdapat seorang penyedia minuman. Langkah yang terkesan kurang berarti tersebut sesungguhnya akan sangat besar maknanya bila dilakukan dengan kesadaran untuk menuju perbaikan (terlepas pada perdebatan apakah harus melakukan aksi atau tidak).
Lagi-lagi saya teringat dengan analogi yang diberkan kakak kelas sma saya ketika betapa berartinya seorang pemegang kunci mushola dalam membuka mushola pada saat shalat duha (shalat di pagi hari). Lewat tangannya lah mushola terbuka dan orang-orang dapat shalat di dalamnya. Atau bahkan ada diantara mereka yang bertaubat kepada Allah. Betapa banyak orang-orang yang terselamatkan dirinya dari api neraka dengan suatu tindakan remeh dan tidak membutuhkan usaha besar namun membutuhkan keikhlasan.
Ketika kuliah pun saya menemukan hal serupa. Dalam hadist 40 (hadist arba’in), hadist no.1 adalah tentang niat. Hadist ini menjadi rujukan berbagai macam ilmu dan tidak habis dikaji hingga saat ini. Karena hadist ini selalu berhubungan dengan niat manusia. Betapa besar pahala yang dimilkinya ketika seseorang akan melakukan kebaikan, lalu ia mengamalkan esensi hadist ini lalu berbuat dengan benar.
Terkait dengan kebangkitan Indonesia, terkadang ada pemikiran bahwa sangatlah mungkin negara ini akan berubah hanya dengan mengupayakan tindakan sederhana dan tindakan sederhana tersebut menjadi budaya dalam masyarakat. Kita tidak perlu bertindak besar dan menghabiskan tenaga yang sangat mungkin negeri ini bahkan akan menjadi lebih buruk lagi. Mungkin kah negeri ini berubah dengan membiasakan diri kita melakukan perbuatan kecil namun terpuji?









Recent Comments