Mungkinkah?

•January 24, 2008 • Leave a Comment

Betapa hati ini menahan perih karena luka lama itu terbuka lagi. Betapa banyak calon-calon pemimpin atau bahkan salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin revolusioner perubahan bangsa ini. Hanya karena tak mampu memenuhi kewajiban membayar uang sekolah atau kuliahnya. Tak sanggupkah seorang mampu dari kita untuk membantu nya dalam rangka membangun bangsa ini.

Jangan pernah berpikir bahwa langkah kecil seorang anak tak bisa merubah sekitarnya bahkan dunia. Dunia telah menjadi saksi akan perubahan-perubahan itu. Tak pernahkah kita berpikir bahwa segala upaya bahkan yang sangat kecil akan termasuk menjadi rantai perubahan kebaikan. Dalam koordinasi aksi terdapat seorang penyedia minuman. Langkah yang terkesan kurang berarti tersebut sesungguhnya akan sangat besar maknanya bila dilakukan dengan kesadaran untuk menuju perbaikan (terlepas pada perdebatan apakah harus melakukan aksi atau tidak).

Lagi-lagi saya teringat dengan analogi yang diberkan kakak kelas sma saya ketika betapa berartinya seorang pemegang kunci mushola dalam membuka mushola pada saat shalat duha (shalat di pagi hari). Lewat tangannya lah mushola terbuka dan orang-orang dapat shalat di dalamnya. Atau bahkan ada diantara mereka yang bertaubat kepada Allah. Betapa banyak orang-orang yang terselamatkan dirinya dari api neraka dengan suatu tindakan remeh dan tidak membutuhkan usaha besar namun membutuhkan keikhlasan.

Ketika kuliah pun saya menemukan hal serupa. Dalam hadist 40 (hadist arba’in), hadist no.1 adalah tentang niat. Hadist ini menjadi rujukan berbagai macam ilmu dan tidak habis dikaji hingga saat ini. Karena hadist ini selalu berhubungan dengan niat manusia. Betapa besar pahala yang dimilkinya ketika seseorang akan melakukan kebaikan, lalu ia mengamalkan esensi hadist ini lalu berbuat dengan benar.

Terkait dengan kebangkitan Indonesia, terkadang ada pemikiran bahwa sangatlah mungkin negara ini akan berubah hanya dengan mengupayakan tindakan sederhana dan tindakan sederhana tersebut menjadi budaya dalam masyarakat. Kita tidak perlu bertindak besar dan menghabiskan tenaga yang sangat mungkin negeri ini bahkan akan menjadi lebih buruk lagi. Mungkin kah negeri ini berubah dengan membiasakan diri kita melakukan perbuatan kecil namun terpuji?

Pemikiran tak bertuan

•January 24, 2008 • Leave a Comment

                Manusia adalah makhluk yang diberikan anugerah dalam berpikir. Namun anugerah itu dapat menjadi petaka bila tidak digunakan dengan benar dan tidak pada tempatnya. Keberagaman pemikiran yang ada dan adaptasi pada pemikiran-pemikiran yang lain adalah salah satu bentuk keajaiban dalam pemikiran manusia.

Pemikiran seseorang dengan seseorang lain dapat berupa konstruktif atau bahkan desktruktif. Jenis hubungan ini tidak dapat dikategorikan bila hanya dipandang dari segi positif dan positif. Karena kedua hubungan tersebut bersifat relatif. Bersifat relatif karena tidak ada parameter yang tepat ketika menilai suatu kondisi baik atau buruk.

Pernahkah kita berpikir tentang apa yang seseorang rasakan tentang suatu permasalahan yang dihadapinya. Atau dengan bahasa lain apa perasaan orang yang di berikan suatu input pada pemikiran nya, apakah ia akan menilai pada hal yang sama dengan kita ataukah pengertian kita pada suatu permasalahan itu sama. Terkadang saya ingin memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang suatu bentuk lalu diungkapkan dengan kata-kata tentang bentuk yang dilihatnya. Salah satu contoh, apakah pengertian dari bulat itu? Sangat mungkin ketika salah satu dari kita berpikir lain tentang persepsi bulat tersebut.

Ataukah kita hanya terjebak jebakan-jebakan persepsi yang dibentuk dari pengalaman pada otak kita. Ataukah kita hanya terjebak ketika membahas masalah-masalah persepsi tersebut. Apakah sama pengertian saya ketika saya mendeskripsikan tentang suatu bentuk dan dihadapkan pada persepsi orang lain.

Usaha-usaha untuk melihat dari berbagai sudut pandang menyebabkan kedewasaan pada diri seseorang. Konflik pada diri itulah yang sangat memungkinkan pembentukan-pembentukan karakter pribadi. Namun untuk mendapatkan konflik-konflik pribadi tersebut sangatlah tidak mungkin bila tanpa interaksi dengan dunia luar. Bahkan seorang pertapa pun ketika mencoba menyelesaikan permasalahan dunia dengan pertapaannya, terlebih dahulu meilhat dunia luar. Lalu mencoba melatih konflik dengan simulasi image dengan berbagai macam penyelesaian. Disinilah terjadi pendewasaan karena secara tidak langsung dirinya telah dihadapkan pada berbagai ketidakmungkinan yang sering dimengerti dengan konflik pribadi.

Inilah sebagian dari pemikiran acak tak bertuan dalam hati saya. Tak bertuan karena sudah tidak dapat diketahui lagi siapakah orang yang telah membuat saya berpikir seperti ini. Atau mungkin ada, dan bahkan sangat banyak sehingga saya menyimpulkan demikian karena tak satupun dari mereka yang mengaku memiliki pemikiran ini

Idealisme Vs Realita

•January 5, 2008 • Leave a Comment

Bukanlah cerita baru bila idealita selalu berbenturan dengan realita. Butuh aksi dan perjalanan yang tidak sebentar hanya untuk membuktikan pernyataan tersebut. Dan hampir semua diri kita memahami hal tersebut. Bagaimana hubungan dan peranan “mahasiswa cinta bangsa” dengan pernyataan tersebut?

Sistem dibuat agar dapat menjembatani idealita dengan realita yang ada dan terjadi. Bila sistem itu dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang ada, maka bukanlah suatu hal yang mustahil jika idealita dan realita itu akan saling berhimpitan. Lalu apabila sistem yang dibuat bertujuan untuk tetap memelihara realita yang ada (KKN misalnya). Maka sistem yg dibuat secara harfiah realita akan berhimpitan dengan idealita.

Ada penelikungan tujuan dari semangat perbaikan. Ada tindakan manipulatif didalamnya dalam mencapai tujuan. Tujuan sebenarnya dalam pembuatan sistem adalah iktikad baik dalam merubah realita menjadi idealita yang luhur. Sekali lagi bukan sebuah kemustahilan bila realita menjadi idealita (bukan idealita menjadi realita). Nabi Muhammad telah berhasil menerapkan idealita yang turun dari langit (Al-Qur’an) yang manusiawi namun sangat tinggi nilai keluhurannya. Menjadi realita yang merubah kondisi masyarakat jahiiliyah menjadi pusat peradaban dunia.

Ada semangat dalam cita-cita dan iktikad luhur ini. Setelah berdiskusi dengan salah seorang atasan pemerintah secara kultural, dapat dipahami bahwa beliau telah menemukan dan bahkan berbenturan dengan realita di dunia pemerintahan ini. Sehingga saat teman-teman mau meminta solusi tentang suatu perkara korupsi, ada guratan apatis dan pesimis dari dirinya. Namun disuatu kala ada kilatan semangat dari matanya. Dan bahkan ada kesedihan di dahinya saat mengungkapkan sistem yang dibelokan tujuannya. “Mari kita besedih hari ini karena matinya demokrasi (red : dan semangat perbaikan) di negeri ini”, begitulah kata beliau.

Uang,.. uang,.. dan uang,..

•November 18, 2007 • Leave a Comment

Mahasiswa merupakan aset yang dianggap penting oleh keluarga dan bangsa, sehingga mereka berupaya untuk memberikan dukungan sebesar mungkin bagi mahasiswa. Dukungan itu dapat berupa nasihat, dorongan semangat dan tak lupa sokongan dana.

Selama 5 hari pameran Yogyakomtek yang melelahkan itu, aku sebagai mahasiswa berupaya untuk mendapatkan pengalaman terbaik dengan menjadi sales di toko ATM com. ATM com adalah sebuah toko yang menjual laptop dan aku adalah mantan costumer mereka. Pada saat ada lowongan freelance, aku menerimanya dengan tujuan menambah pengalaman dalam mencari uang, public speaking, dan menambah uang saku.

Ternyata mencari uang itu begitu susah, capek, dan terkadang menahan emosi kepada costumer yang agak nakal. Lumayan sih, makan 5 hari gratis. Sehari di bayar 50 rb untuk kerja dari jam 10.00 sampai 21.00. Itu sih belum termasuk bonus kalau berhasil melakukan transaksi pembelian. Betapa susahnya orang tua kita memberikan dukungan dana kepada kita yang belum tentu uang mereka kita hargai dengan sungguh-sungguh.

Banyak yang musti kita renungkan dengan terjun langsung “mencari rejeki”. Tak selamanya uang itu ada bung!. Tapi Allah akan selalu ada. Mungkin dengan tidak mengikuti freelance itu, justru makin banyak yang bisa kukatakan karena daya imajinasiku yang liar. Namun dengan terjun langsung ke alam nyata itu, makin dikit yang bisa di katakan tapi makin banyak  kenangan, pelajaran, dan semangat gempita yang bisa kurasakan.

Hanya satu anak tangga yang perlu kita ketahui untuk menaiki seluruh tangga. Hanya satu langkah untuk memulai segalanya dan semua akan terkuak satu demi satu. Hanya satu langkah untuk memulai sesuatu yang besar.

Yogyakarta, 18 November 2007

Mimpi ku yg ke sekian

•October 28, 2007 • Leave a Comment

Apakah ini berarti masa akhir ku telah datang. Aku merasa hari itu semakin dekat dan sangat pasti kedatangannya. Bila masa itu datang tak berarti lagi semua ke banggaan atas dunia. Aku kadang berharap bermain dadu atas pahala2 ku. Yang mana yang diterima dan yang mana yang Kau tolak. Atau aku di selamatkan oleh semut yang tak ku injak, atau karena suatu pahala besar yang heroik yang sengaja ku perbuat.

Kematian itu seperti titik persimpangan antara dunia dan akhirat. Antara awal dan akhir. Seperti peluru yang melintas cepat tanpa pernah ku lihat sekejap.

Tolonglah aku Tuhan. Tanggung Jawab atas semua amal perbuatan duniaku. Malam ini ku bermimpi aku menangis dalam shalatku. Aku merasa tidak menyelesaikan shalatku. Ku lihat beberapa teman meminta ku menjadi imam. Tapi aku menangis dalam shalat yang kurasa tidak pernah ku selesaikan. Apakah maksud dari mimpi ini? Bila jawaban itu datang, ku mohon jawaban itu datang sebelum ajal ku tiba.

Lalu saat itu juga ku merasa bangun dari kesedihan yang amat sangat. Seperti kesedihan di tinggal orang tercinta. Atau kesedihan tidak pernah menyelesaikan apa yang ku mulai.

Bila engkau memberikan petunjuk lewat mimpi lagi, bangunkan aku dalam keadaan bahagia dan bersyukur. Saat itu aku menjadi sang filsafat. Yang mengkultuskan rasio dan mengebiri perasaan. Terkadang aku sedih dengan cara ku memandang baik atas segala perbuatanku

Perenungan untuk manusia yang lemah

Lovin You from d’cinnamons (kayu manis)

•October 19, 2007 • 2 Comments

Lagu ini di bawakan oleh pendatang baru asal bandung d’cinnamons. Isinya meynentuh sekali. Mungkin karena memang sedikit banyak juga berkaitan dengan pengalaman saya pribadi. hehehe.. jadi bingung.. makin di dengar makin teringat. Ya.. gak penting lah.. ini dia lyriknya :

Ring ring, it’s you again!
Heart popz!
I loved to hear you
It’s been all day I’ve been waiting for you

“Hello!”– you call my name
So much story you shared with me
You said a lot
To me about
Girls,…..
Oh it’s so nice

& every beauty thing they did to you
don’t stop & tell me more…!

Loving you it hurts sometimes,
I’m standin here you just don’t bye…
I’m always there you just don’t feel or you just don’t wanna feel…

Don’t wanna be hurt that way,
It doesn’t mean I’m givin up!
I wanna give you more.. & more.. & more…

Knock – knock, u came around!
Heart popz!
I loved to see you
It’s been 2 years since I’m in love with you..

Bum!bum! you break my heart!
You said,”Girl,…. I’m in love with her..”
But it’s allright
I’m still alive
Yeaa…
Yeaaa…?

– & all the beauty thing she did to you
Don’t stop & tell me more..!

Loving you it hurts sometimes,
I’m standin here you just don’t bye…
I’m always there you just don’t feel or you just don’t wanna feel…

Don’t wanna be hurt that way,
It doesn’t mean I’m givin up!
I wanna give you more.. & more.. & more…

& when I see that smile upon your face….
Deep in your eyes you had it all

& when I hear you super electrical voices….oooohh yeaa

Subuh saat iqamat

•October 19, 2007 • Leave a Comment

Hari ini ada kejadian yang agak unik. Jam 04.26 WIB ada seorang yang sangat baik hati membangunkan shalat subuh. Saat di telpon tepat iqamat berkumandang. Tapi saat diangkat telponnya.. eh.. gak ada suara.

//www.circles99.com

Nomornya 0856435123 Untuk menjaga privacy sebaiknya di rahasiakan. Jazzakallah ya di bangunin..

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.